Virus Corona merupakan salah satu virus yang berbahaya hal tersebut dikarenakan virus ini, memiliki tingkat penularanya sangat tinggi. Dalam rangka membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, Universitas Sebelas Maret Surakarta melaksanakan kegiatan KKN Covid-19 yang dilaksanakan oleh mahasiswa angkatan 2017 di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Dalam kegiatan KKN Covid-19 ini, mahasiswa UNS atas nama Hanafi Mualim , memilih tema pendidikan di masa pandemi Covid-19. Siswa bernama Haziq Al-Fachri, siswa kelas 1 MTs Ahmad Maryam yang menjadi fokus dalam kegiatan pendampingan belajar kali ini.
Dalam masa pandemi Covid-19 sekarang muncul permaslahan, yaitu berkenaan dengan pendampingan siswa, para orang tua malah cenderung kurang mendampingi siswa dan lebih berfokus untuk memenuhi kebutuhan yang sedang sulit terpenuhi karena implikasi dari pandemi covid-19. Ditambah juga masih terkendalanya masalah teknis seperti jaringan internet yang kurang memadai hingga peralatan atau device yang kurang memadai. Sehingga berdampak kegiatan pembelajaran kurang maksimal, tingkat pemahaman materi siswa rendah, dll. Maka dari itu, perlu ada bantuan pendampingan bagi siswa sebagai wujud solusi terkait permasalahan yang ditimbulkan akibat pandemi tersebut pada dunia pendidikan.
Kampus sebagai salah satu agen intelektual yang memiliki tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi terpanggil untuk turut berkontribusi bersama dengan masyarakat untuk tanggap menghadapi pandemi covid-19. Selain itu kegiatan lain yang dilakukan yakni membagikan buku cerita menarik anak kepada siswa kelas 1-2 SD di sekitar lingkungan, pembuatan disinfektan dan penyediaan handwash di tempat umum, serta sosialisasi dan edukasi kepada warga kampung melalui media sosial yang berkenaan dengan Covid-19 beserta protokol kesehatan di dalamnya.
Hasil dari kegiatan tersebut antara lain: 1) Siswa atas nama Haziq Al-Fachri lebih bisa memahami materi dan pada penerimaan raport meraih ranking 3 di kelas, 2) Para siswa menjadi tidak bosan dan menambah daya literasi siswa, 3) Masyarakat lebih paham mengenai protokol kesehatan dan pemahaman informasi yang berkenaan dengan Virus Covid-19, 4) Masyarakat sudah mulai mematuhi protokol kesehatan (rajin mencuci tangan) ketika beraktifitas diluar rumah. Dan untuk program pembuatan disinfektan, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan mampu mengurangi tingkat resiko tertular virus Covid-19.
Foto kegiatan:
